Sup yang biasa sering dikonsumsi oleh orang-orang, ternyata dalam sejarahnya pernah mencegah terjadinya peperangan antar agama, lho. Kejadian itu terjadi di Swiss pada tahun 1529 dan dinamakan dengan nama Perang Kappel.
Jadi sejarah ini bermula dari perang kappel pertama membagi pedesaan Swiss yang indah akibat konflik bersenjata karena adanya sebuah perbedaan keyakinan dalam beragama. Namun, uniknya, tidak seperti pada perang biasanya, perang itu justru berakhir bahkan sebelum perang itu dimulai. Dan itu semua karena sebuah sup susu atau Kappeler Milchsuppe.
Pada tanggal 10 Juni 1529, pasukan Protestan dari Zurich dan pasukan Katolik dari Zug bertemu di sebuah lapangan di Kappel am Albis untuk bertempur. Saat pasukan infanteri bersiap-siap, Hans Aebli, seorang hakim lokal, menengahi para pemimpin pasukan untuk menegosiasikan kesepakatan damai.
Akhirnya, pemimpin dua kubu yang sedang berkonflik saling bernegosiasi. Kubu yang pertama adalah dari kubu Katolik dan yang kedua adalah dari kubu Protestan. Ketika para pemimpin mereka sedang bernegoisasi, pasukannya berdiri berhadap-hadapan. Namun, lama-kelamaan mereka dari masing-masing kubu jadi saling berbicara seperti layaknya seoarang kawan.
Lelah dan lapar karena perjalanan yang cukup panjang, membuat kedua pasukan itu sepakat untuk melucuti senjata dan berunding. Menurut legenda, kedua pasukan meletakkan panci sup raksasa diperundingan perang. Kedua kubu pasukan ini bersama-sama mengumpulkan bahan makanan yang dimilikinya. Perwakilan Katolik (Zug) membawa susu karena kelebihan susu dari peternakannya, sementara perwakilan Protestan (Zurich) membawa roti. Akhirnya, terciptalah sup susu Kappeler Milchsuppe. Dan, dari situlah legenda itu lahir.
Setelahnya, perselisihan antara kedua kubu ini terhenti dan mereka pun berdamai. Bahkan, sup Kappeler Michsuppe menjadi sangat ikonik dan terkenal di sana dan diabadikan dengan dibangunnya monumen Kappeler Michsuppenstein di tempat terjadinya peperangan pada abad ke-16 itu.

Selain monumen, ada juga sebuah lukisan terkenal tahun 1869 yang dibuat oleh pelukis nasional Swiss, Albert Anker, yang terpajang di Museum Kunsthaus di Zurich. Lukisan itu menggambarkan sebuah pemandangan dari perundingan tersebut seperti yang bisa kalian lihat pada gambar pertama di atas.
Terlihat dalam lukisan itu terdapat kedua pasukan dengan baju perang berbeda yang sedang bersantai dan saling berbicara di sekitar mangkuk sup yang besar, dan juga senjata-senjata yang berserakan di sekeliling mereka sambil menyantap sup perdamaian mereka.
Penulis: Isa Ahmad Mujahid (Mahasiswa Pendidikan Sejarah UHAMKA Angkatan 2021).
